Selasa, 13 Juli 2010

Kita dan Orang Tua Kita

"Sejak lahir, setiap hari ayah dan bunda memandikan kita dan memakaikan pakaian bersih, 3x sehari, 21x seminggu, 90x sebulan, 1080x setahun, lebih dari 6000x sampai kita bisa mandi sendiri. Di akhir hayatnya, ayah bunda tidak meminta, tapi dapatkah kita memandikannya dengan penuh kasih sayang dan memakaikan pakaian terakhirnya, yang cuma 1x?"

Itu adalah barisan sms yang dikirim oleh salah satu om ku ke ibu ku. Sempat tertegun saat ibu ku menunjukkan sms itu kepada ku. Aku tidak bisa berkata apa-apa. Hanya diam tertegun. dan tidak bisa berkomentar apa pun. Sepenuhnya tulisan sms itu benar. Parents have done everything to us for our happiness. What we have done to them? Especially for the rest of their life?
Kata-kata yang berarti dan perlu kita cerna serta teladani baik-baik. Betapa kita punya the most precious thing in the whole world, yaitu orang tua kita.
Saya sudah tidak bisa berkomentar banyak lagi.

BIG BOYS DON'T CRY

Tanggal 12 Juli 2010 saat hendak tidur siang aku mendapat sms berisi berita duka yang mengabarkan bahwa ayah dari temanku (sebut saja temanku itu A) meninggal dunia akibat penyakit liver. Sempat terkejut mendengarnya karena aku tidak tahu bahwa ayah A sakit parah. Lagi-lagi aku merasa gagal menjadi seorang teman yang sesungguhnya, yaitu bukan hanya teman yang enak diajak hang out saja. Memang benar beberapa bulan yang lalu, si A pernah sms minta didoakan supaya kondisi ayahnya cepat sembuh tetapi ketika ku tanya ayahnya sakit apa, A tidak menjawab. Sehingga aku akhirnya lupa menanyakan kabar ayah A lagi yang aku kira sudah sembuh dan beraktivitas normal.
Saat menjabat tangan A dan menyatakan rasa bela sungkawa aku melihat matanya masih sembab dan berwarna merah. Sangat terlihat dia berusaha tegar menutupi gundah hatinya. Sosok tinggi besar A yang selalu dipenuhi senyum dan membuat orang tersenyum karena dia yang sering ngowoh tidak terlihat. Meskipun ruangan itu dipenuhi oleh teman-temannya yang mencoba mengobrol dan menceritakan hal-hal lucu dan juga membahas kemenangan Spanyol di piala dunia pun tidak menarik minatnya untuk larut dalam obrolan. Sesekali dia menunduk dan mengusap muka dengan lututnya dan dari ceritanya terkuaklah kalau ayahnya menderita penyakit sirosis dan itu semua baru diketahui 2 bulan terakhir. Saat mendengar ceritanya, aku tahu bahwa penyakit itu sudah cukup parah. Ditandai dengan perut yang membesar, kaki bengkak, dan muka menghitam. Sebelum meninggal teman ku, A itu yang menghabiskan waktu bersama ayahnya dengan menonton TV. Ayahnya sempat muntah darah sebelum akhirnya meninggal.
Di sini yang akan aku tekankan adalah temanku itu, A, sungguh hebat. Dia terlihat paling tegar dibanding kakak perempuannya atau ibunya. Dia dengan tegar mengantar ayahnya sampai ke pemakaman. Aku tidak melihat air mata yang mengalir dari matanya. Sementara ibunya sudah berteriak menangis histeris memanggil ayahnya itu, dan kakak perempuannya tidak mau pergi beranjak dari makam ayahnya itu sebelum akhirnya dipaksa oleh sanak keluarga yang lain dan kemudian kakak temanku itu pingsan. Temanku itu juga yang akhirnya membopong tubuh kakaknya.
Aku salut dengan temanku itu. Karena sebenarnya dia itu penakut. Waktu wisata di Wisata Bahari Lamongan (WBL), saat memasuki rumah sakit hantu yang hantunya merupakan boneka, dia menangis histeris, padahal dia laki-laki. Sesudah menaiki roller coaster dia pun menangis ketakutan, sementara dari semua teman cewek ku tidak ada yang histeris ketakutan oleh semua wahana itu.
Dari situ aku teringat perkataan seseorang yang pernah menyatakan rasa komplain.
"Betapa tidak enaknya menjadi seorang laki-laki. Jika aku boleh memilih, aku ingin menjadi seorang wanita sajalah. Enak, nggak ribet, nggak harus dituntut menjadi kuat, nggak harus dituntut selalu melindungi wanita. Laki-laki dituntut untuk melindungi wanita. Sementara siapa yang bertugas melindungi laki-laki kalau tidak laki-laki itu sendiri?"

Dari itu aku bisa menyimpulkan bahwa temanku itu sedang berperan sebagai kodratnya yaitu laki-laki. Jika dia tidak bisa tegar siapa yang bisa menjadi sandaran kakak perempuan dan ibu nya? Sterotipe masyarakat kah yang membentuk opini big boys don't cry atau kah itu kodrat dari Maha Esa yang harus mereka jalani? Aku tidak tahu. Semoga Allah memberi tempat terbaik untuk ayah teman ku itu di sisinya dan diampunkan semua salah dan dosanya serta diterima amal ibadahnya. Amin....Ya Robbal Alamin.....

Selasa, 25 Mei 2010

MEDIA.....OH.....MEDIA

kesalahan terbesar ku setelah aku balik dari amerika adalaha ku sama sekali tidak menyentuh blog ini. bahkan aku juga tidak membuat postingan baru. padahal di otak ini tersimpan banyak ide yang ingin segera dikeluarkan. tetapi karena alasan klasik (capek) dengan padatnya aktivitas sekolah sampai sore dan ditambah bimbingan belajar sampai malam memang cukup menguras energi. maka sesampai di rumah hal yang ingin sekali aku lakukan ya cuma tidur. konek dengan internet pun hanya untuk membuka email, facebook, dan terkadang bermain game online.
menjadi seorang siswa di kelas 12 SMA bukan perkara yang mudah karena tekanan yang ada sangat banyak dari luar. ya seperti unas misalnya. aku sudah berusaha untuk santai supaya unas tidak menjadi beban tetapi tetap saja itu menjadi beban yang tidak aku sadari. disamping itu juga harus ngebut melahap materi kelas 12 yang segunung ditambah aku yang harus mengingat memori pelajaran yang terkubur 2 tahun lalu bukan perkara mudah. harus kerja ekstra keras.
berbicara mengenai unas, tetap saja dari tahun ke tahun itu saja konfliknya. banyak yang menuntut unas dihapus, ya karena hasil unas itu tidak bisa digunakan untuk melanjutkan ke PTN dsb. pro dan kontra tidak ada habisnya jika membahas masalah unas. sekali lagi menurut aku seharusnya unas tidak perlu ditakutkan sama sekali. kepada mbak dan mas yang ada di media, seharusnya sebagai penunjang sarana komunikasi di Indonesia ini ya kalau bisa beritanya jangan dihebohkan. memang sih ilmu marketing harus dipakai tapi apa tidak memperhatikan kondisi psikis pembaca? misalnya ini dapat diambil sebagai contoh. ada salah satu sekolah menengah atas swasta yang kebetulan siswanya tidak lulus semua dan salah satu media menuliskan "Sekolah X 100% Tidak Lulus". padahal jumlah siswa dari sekolah tersebut hanya 6 orang. jelas saja konotasi pembaca yang membaca judul tidak lulus 100% akan segera berpikir bahwa ratusan anak dari sekolah itu tidak lulus karena umumnya tiap angkatan ada ratusan siswa. pasti akan didapat kesan berbeda saat tertulis "6 Siswa Sekolah X Tidak Lulus". terlihat jelas mana judul yang kiranya menjual.
kebetulan aku pernah menanyakan kepada seorang wartawan media cetak yang kebetulan mewawancaraiku mengenai masalah unas. dengan tanpa tedheng aling-aling aku penasaran bertanya apakah media cetak itu seperti produsen yang harus memenuhi dan memperhatikan selera konsumen? seperti penjual yang harus paham selera pembeli gitu yang tujuan akhirnya memang uang. dan jawabannya ternyata memang benar. terjawab sudahlah akhir rasa penasaranku selama ini. bahkan tu wartawan nantangin aku jika obsesiku nanti mendirikan media yang tidak money oriented, dan media yang aku bangun bisa bertahan sebulan (ga bangkrut) dia berjanji akan menggendong ku kemana-kemana mirip seperti syair lagunya mbah Surip.

Tak gendong kemana-mana, enak to mantep to..........

tapi siapa yang tahu jika obsesiku itu bisa terwujud nantinya. hal yang sedikit dilupakan wartawan itu adalah aku tidak mengatakan bahwa aku akan mengembangkan media cetak (yang memang butuh dana sangat besar). blog yang ku kembangkan ini juga merupakan salah satu media yang aku secara bebas mengeksplorasinya. lewat dunia maya, aku akan mengembangkannya (sudah mengembangkannya lewat blog ini).

wah, jadi mesti siap-siap digendong ni. pasti rasanya mantep...... seperti dalam lagunya si mbah surip. ha..ha..ha..ha..ha..

Minggu, 28 Juni 2009

I’m Happy and should be happy with My Life

I’m Happy and should be happy with My Life
The first day of summer, farewell party with Indonesian families.

21 Juni lalu adalah the first day of summer sekaligus merupakan hari terpanjang. Bayangkan saja maghribnya sekitar pukul 8.50 pm. Panas yang menyengat juga begitu terasa. Pukul 8 pagi suhu menunjukkan kisaran 90 F (32 C). Missouri memang panas, terutama saat summer. Kelembapan cukup tinggi tetapi terasa kering dan tidak ada angin yang berhembus. Maklum, jauh dari laut dan terletak ditengah. Indonesia memang panas dan lembab, tetapi bentuk kepulauan memberikan keuntungan tersendiri yaitu angin yang berhembus masih bisa dirasakan. Saat tanggal 23 juni lalu, yang merupakan panas tertinggi, rekor panas mencapai 100 F (38 C). Di tengah kota di St. Louis panas mencapai 110 F (43 C). dikabarkan juga 3 orang meninggal dunia akibat udara panas yang tinggi itu. Meskipun aku orang Indonesia yang biasa di daerah panas, aku juga tidak tahan dengan panasnya Missouri. Panasnya lain, terasa kering dan mengakibatkan sesak nafas serta badan lemas. Keringat pun tidak bisa mengalir lancar. Untuk itu dianjurkan minum air sebanyak mungkin agar tidak dehidrasi. Aku lebih memilih di dalam rumah dari pada ke luar rumah. Pernah suatu hari suhu 94 F (34 C) dan terlalu banyak di luar ruangan karena pool party, kepala sudah terasa berat, seperti mau pingsan.
Hari pertama di musim panas ini merupakan suatu reminder bagiku bahwa dalam beberapa hari ke depan aku akan meninggalkan rumah di sini (O’Fallon, Missouri), host family, dan teman-teman. Karena 28 Juni adalah hari terakhir tinggal di rumah host family dan pukul 3 pm pada hari itu juga harus berpisah dengan host family untuk last orientation sebelum kembali ke Negara masing-masing.
Menyadari itu, pak Landung (orang dari Nganjuk yang sudah lama tinggal di Amerika dan aku sudah menceritakan tentang dia dulu) tanggal 21 Juni lalu mengadakan semacam farewell party untuk ku dengan mengundang beberapa keluarga Indonesia dan juga host family ku. Sayangnya hanya mom yang bisa hadir sementara Paige tidak bisa hadir dikarenakan dia punya acara dengan ayahnya. 21 Juni di USA merupakan Father’s Day alias hari ayah. Biasanya anak akan merayakan seharian dengan ayahnya seperti memberikan hadiah dan juga dinner bersama. Acara ini aku lebih suka menyebutnya dengan Indonesian Day karena pasti makanan yang terhidang ala Indonesia. Sebut saja sebagai appetizer-nya (makanan pembuka) ada karedok, siomay, martabak telur, dan lumpia. Untuk main course-nya ada sate kambing, gulai daun singkong (tapi bahannya bukan daun singkong melainkan daun collar green), nugget ikan, dan mie ayam bakso. Sebagai dessert ada asinan sayur, pudding buah, es teler, dan ice cream.
Aku pun juga mengenalkan makanan itu ke mom. Aku salut karena dia juga mencoba hampir semua makanan kecuali sate kambing karena alasan kesehatan. Daging kambing tidak umum dimakan di USA. Saat mencoba karedok (aku bilangnya Indonesian salad with peanut sauce) mom bilang “It’s too spicy”. Aku hanya tertawa menyadari bahwa semangkuk besar karedok cabe-nya hanya 4 dan itu pun cabe rawit hijau. Saat aku tanya mom makanan apa yang menjadi favoritnya, dia menjawab “Lumpia”. Bahkan saat melihat lumpia terhidang di meja mom langsung mengenali itu adalah lumpia. Maklum aku cukup sering membuat lumpia terutama jika ada party, baik teman maupun keluarga selalu memintaku membuat lumpia.
Minggu terakhir tinggal bersama host family, hampir bisa dipastikan dinner bersama selalu menjadi momen spesial. Hari rabu (24 Juni 2009) mendapat undangan dinner dari tante Hera dan suaminya, om Alan. Tante Hera adalah orang Indonesia asli Jogja dan pindah ke USA saat high school dan sekarang bersuamikan om Alan, orang asli Amerika tetapi sangat fasih bicara bahasa Indonesia karena pernah tinggal selama 10 tahun di Jakarta. Om Alan ini masih sering berkunjung ke Indonesia, setidaknya setahun sekali karena dia juga masih punya perusahaan di Indonesia. Kenal tante Hera dari John yang merupakan volunteer di AFS dan kemudian tante Hera mengundang ku ke event yang dia pegang seperti Concert Jazz serta di acara culture night dalam rangka International Education Week di Principia College, Illinois-state. Yang lebih lucu lagi, meskipun yang asli orang Indonesia adalah tante Hera tetapi bahasa Indonesia om Alan jauh lebih bagus. Istilahnya bahasa Indonesia om Alan termasuk bahasa gaul percakapan sehari-hari sementara bahasa tante Hera cenderung kaku dan formal.
Tempat dinner kami adalah di restoran Emperor Palace di Chesterfield, Missouri. Hanya 20 menit dari O’Fallon. Yang mengesankan adalah restoran itu menawarkan bentuk buffet (kalau di Indonesia terkenal dengan nama All You Can Eat, alias ambil dan makan sepuasnya). Pemilik restaurant itu adalah orang Cina yang kenal baik dengan tante Hera karena berlatih Yoga di tempat yang sama. Buffet ini menawarkan makanan Asia. Ada stan Negara tersendiri. Dimulai paling ujung ada Jepang, Mongolia, Vietnam, dan China. Juga ada deretan dessert yang menggugah selera seperti cakes, ice cream, dan juga ada strawberry fondue yang merupakan sate strawberry dicelupkan ke air mancur coklat. Sungguh sangat lezat. Makanan yang membuatku tertarik adalah Mongolian BBQ. Jadi dalam satu mangkuk kita memilih bahan-bahan yang kita suka seperti sayuran, mie, daging, dan sea food. Bahkan kita juga memilih bumbunya juga. Ada lebih dari 20 jenis bumbu seperti fresh garlic, lemon, curry thai, oyster, sinchuan, bahkan juga ada sambal pedas. Si koki hanya tinggal memasak bahan-bahan beserta bumbu yang sudah kita pilih dalam mangkok. Memasaknya pun unik. Di masak di wajan bulat pipih yang sangat besar dan juga bersamaan dengan pesanan beberapa pengunjung lainnya. Memasaknya Cuma ditumis saja tanpa bahan tambahan. Tidak dibutuhkan waktu lama untuk menumis bahan-bahan itu. Karena dagingnya merupakan daging beku yang diiris sangat tipis sehingga tidak memerlukan waktu lama untuk memasaknya. Sungguh di luar dugaan bahwa tante Hera kenal dan pernah berjumpa dengan Tanri Abeng (Mantan Menteri Negara Pemberdayaan BUMN Kabinet Pembangunan IV dan Kabinet Reformasi) [Mbak Dian, mohon dicek ulang itu masalah jabatan Tanri Abneg] saat Tanri Abeng mengikuti program AFS (American Field Service) sebagai exchange student, yang juga berstatus sama dengan statusku sekarang. Tante Hera bercerita bahwa dia sungguh tidak mengira jika Tanri Abeng ini yang dia temui di Amerika menjadi seorang Mentri di Indonesia kemudian harinya. Mungkin karena itulah baik tante Hera maupun om Alan menaruh ekspetasi yang cukup besar terhadap exchange student, khususnya yang dari Indonesia. Karena mereka beranggapan exchange student adalah pemimpin bangsa kelak karena mereka mempunyai kelebihan dalam better understanding terhadap dunia luar. Tiap tahun, tante Hera selalu bertanya kepada John mengenai exchange student dari Indonesia yang tinggal di daerah Missouri. Apakah benar kami selaku exchange students merupakan calon pemimpin bangsa kelak? Tidak ada yang tahu. Berakhirnya program AFS ini bukanlah akhir segalanya bagiku. Perasaan sedih memang ada untuk meninggalkan USA yang bagiku sudah merupakan seperti rumah tersendiri. Pulang kembali ke Indonesia bukan akhir dari segalanya, justru itu langkah awal untuk memulai lagi semuanya dengan baik berbekal pengalaman satu tahun yang tidak bisa dikatakan mudah. Seperti motto AFS, better learning better understanding, it’s not right it’s not wrong it’s just different. Terlebih aku juga mengharapkan program ini tidak berhenti sampai di sini saja. Semoga untuk selamanya program ini tetap ada dan memberikan scholarship bagi mereka yang berminat sungguh-sungguh dan mau belajar. Amin.

Senin, 15 Juni 2009

I LOVE SCHOOL

Asyiknya sekolah di Amrik

Belum genap sebulan sekolah usai tetapi aku sudah merindukan sekolah. Sekolah usai tanggal 19 Mei lalu bertepatan dengan hari terakhir ujian akhir bagi senior. Bagiku sekolah disini bukan hanya sekedar untuk menuntut ilmu tetapi juga hiburan. Bertemu dengan teman-teman dan materi yang diajarkan menarik. Ruangan kelas yang cukup luas serta fasilitas yang sangat lengkap, guru yang selalu ada sebelum dan sesudah jam sekolah. Aku benar-benar merindukan saat-saat seperti itu. Sangat terkejut saat aku menanyakan berapa biaya sekolah di USA sini. Mereka menjawab kalau semenjak di taman kanak-kanak hingga high school mereka tidak membayar apa pun alias gratis. Lucu juga mengingat di Indonesia ada BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang tujuannya agar mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama gratis dari biaya SPP. Tapi di lain itu siswa harus membayar seragam yang jauh lebih mahal dibanding jika beli sendiri di luar, membeli beberapa buku paket dan juga wajib membeli BKS (Buku Kerja Siswa) yang harganya juga mahal. Lalu dimana fungsi dari BOS yang katanya bertujuan meringankan biaya sekolah sehingga setiap anak berkesempatan memperoleh pendidikan? Kalau sebenarnya biaya selain SPP itu yang sangat mahal? Untuk buku paket, saat aku sekolah dipinjami secara gratis dan dalam kondisi bagus. Bukunya hard cover dan full color. Yellow pages saja tidak sebanding dengan besarnya buku paket yang dipinjami sekolah. Saat aku membawa pulang buku itu karena ada tugas, membawa dua buku sekaligus seolah mengangkut sekarung beras seberat 5 kg. Maka dari itu di USA sini setiap sekolah pasti ada loker yang digunakan untuk menyimpan buku atau barang lainnya keperluan sekolah. Tidak bisa membayangkan jika tidak ada loker mesti membawa buku setebal itu setiap hari ke sekolah. Selain itu juga ada bis sekolah yang siap mengantar jemput mereka secara gratis. Hanya perlu sign up saja, tidak ada biaya tambahan lain. Sekolah di USA sini bisa gratis dengan fasilitas yang lengkap karena pajak. Tiap orang disini pasti membayar pajak. Produk di toko ataupun di supermarket juga dikenakan pajak. Jadi uang yang kita belanjakan disini dan pajak yang kita bayar, pajak itu salah satunya digunakan untuk kepentingan pendidikan sehingga tidak dikenakan biaya apapun. Cukup terkejut saat beberapa minggu lalu menerima milis dari Forum Lingkar Pena (FLP) Jepang [Forum untuk para penulis Lingkar Pena Indonesia yang berdomisili di Jepang ataupun returnee] membahas mengenai beberapa sekolah yang tidak lulus 100% dan itu merupakan sekolah rintisan internasional. Menyadari itu aku terkejut betapa banyak sekolah negri di Indonesia yang berlomba-lomba untuk mendapatkan titel sekolah internasional dengan pengantar bahasa Inggris, menggunakan ruangan khusus, fasilitas khusus dsb, tetapi juga dengan biaya khusus yang fantastis. Apakah itu benar salah satu cara untuk meningkatkan kualitas sekolah dan pendidikan? Atau itu hanyalah cara diskriminasi antara yang pintar dan bodoh atau kaya dan miskin. Atau itu hanyalah iklan dari sekolah untuk menjaring peminat? Bukankah sekolah didirikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945? Tidak semua manusia dilahirkan sangat cerdas. Bukan berarti aku tidak setuju dengan klasifikasi kelas khusus untuk anak cerdas. Bukankah akan lebih sangat indah jika yang cerdas membantu yang kurang cerdas untuk memahami pelajaran? Bukankah hakikat hidup itu seperti itu? Untuk apa menjadi cerdas jika hanya untuk diri sendiri? Seperti halnya di USA sini ada kegiatan tutoring, dimana siswa yang kemampuannya di atas rata-rata terhadap suatu mata pelajaran membantu temannya yang kurang paham dan itu dilakukan di luar jam pelajaran. Di USA sini syarat kelulusan berbeda dengan Indonesia. Mirip anak kuliahan dimana harus memenuhi angka credit tertentu. Credit untuk tahun ini adalah 22 dan mulai tahun depan akan dinaikkan menjadi 24. Jika belum bisa memenuhi credit, maka dipastikan tidak bisa lulus bersamaan dengan teman-teman yang lain. Tahun ini di Fort Zumwalt West (FZW) ada 6 orang yang tidak lulus karena credit-nya belum terpenuhi. Sungguh unik system pendidikan di Indonesia, terutama mengenai UAN. Bukankah tujuan dilaksanakannya UAN untuk menjaring siswa mana yang siap melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi? Kalau tujuan dilaksanakannya UAN untuk meluluskan semua siswa, maka kenapa harus ada UAN? Gagal bukan berarti kalah dengan segalanya. Seperti yang aku alami saat ini, aku gagal lulus SMA bersama teman-temanku yang lain, dan dipastikan aku tidak lulus SMA tahun ini karena tidak mengikuti UAN dan menjalani exchange student. Walau sebagian teman menertawakan, justru itu memacuku untuk lebih giat belajar lagi. Waktu bukanlah patokan. Ada berapa banyak mahasiswa yang gagal dalam mata kuliah dan mereka harus mengulang? Ada berapa banyak mahasiswa yang tidak bisa wisuda tepat waktu? Bukankah itu seperti lelucon mengetahui sekolah yang tidak lulus 100% karena curang malah diberi kesempatan untuk mengulang ujian? Sementara ada yang benar-benar jujur dan kebetulan tidak lulus malah tidak dapat kesempatan untuk mengulang ujian. Kapankah kita mulai menghargai kejujuran? Aku masih sangat ingat betul saat guruku precalculus, Mrs. Malach memotong habis nilai tugas seorang teman karena dia ketahuan mengcopy pekerjaan itu dari teman lainnya dan juga teman yang memberi contekan. Guru di USA relatif teliti dalam mengoreksi pekerjaan murid-muridnya, sehingga siapa yang suka mencontek pekerjaan orang lain pasti akan terlihat. Sementara itu di kelas Anatomy and Physiology, Mrs. Klem jauh terkenal lebih kejam. Saat ujian semester ada yang ketahuan mencontek, langsung nilai siswa tersebut mendapat nol. Aku merasakan bahwa nilai disini bukanlah patokan utama, tetapi kejujuran yang menjadi poin utama. Disini juga tidak ada sistem remidi. Tetapi jika kita jujur dengan usaha kita sendiri, guru disinipun tidak keberatan untuk membantu. Pernah sepulang sekolah Mrs. Klem membantuku mempelajari anatomy jantung babi karena aku masih belum jelas, bahkan dia dengan suka rela melakukan dissection lagi agar aku lebih paham. Malu juga menyadari kita yang dengan bangganya menyanjungkan bahwa Indonesia Negara timur, terkenal dengan keramahan dan sopan santunnya juga berbudi luhur, tetapi dalam hal simpel, masalah kejujuran terutama dalam ujian saja tidak terbukti. Tidakkah kita malu menjudge Amerika misalnya sebagai Negara tidak bermoral. Bukan bermaksud memihak salah satu pihak, tetapi siapa yang sebenarnya tidak bermoral? Kenapa kita tidak berkaca pada diri sendiri terlebih dahulu?

Jumat, 05 Juni 2009

H-26

tidak ada rencana kemana-kemana karena acara renang bareng linn batal. sepertinya dia memang ogah untuk mengajariku. ya sudahlah, toh ada pembaca yang kelak akan mengajariku renang kan? secara gratis tentunya. untunglah paige mengajakku pergi bersama garry juga karena garry berniat mendapatkan tato di lengan kirinya.
cukup geli juga menyaksikan beberapa teman di sekolah menato tubuhnya karena mereka sudah 18. di USA sini usia 18 merupakan usia keramat. usia dimana dianggap dewasa karena usia segitu bisa memperoleh hak vote. samapi sekarang aku tetap nggak ngerti alasan kenapa garry menato lengan kirinya dengan gambar matahari merah menyala.
pukul 1 pm waktu missouri, kami pergi ke tempat yang dimaksud di T-Dogg, north county, Missouri. O'Fallon termasuk west county. jadi istilah county itu serupa dengan karesidenan-lah kalau di Indonesia. diperlukan waktu sekitar 50 menit untuk sampai di T-Dogg. dari luar ada tulisan bahwa anak dibawah usia 16 tahun dilarang masuk dan jika diperlukan harap menunjukkan identitas diri. segera ku lihat kartu identitas AFS ku yang tidak tertera tanggal lahir. hanya menelan ludah saja kalau tidak diijinkan masuk. saat memasuki pintu, musik heavy metal yang terdengar sudah membuatku nervous. pencahayaan yang memang dimodifikasi temaram menambah sangar suasana. belum lagi gambar tato-tato sepanjang tembok. serasa tidak punya tulang kaki terutama saat bertatapan dengan para pegawainya. namanya juga tempat bikin tato dan piercing (tindik) pegawainya juga penuh dengan tato dan piercing. piercing di hidung yang mengingatkanku akan sapi karena sapi saat kerja juga memakai suatu alat yang menembus melalui hidungnya. kan juga ada pepatah seperti kerbau dicocok hidungnya. belum lagi yang ditelinga, masya allah sampai berongga lebar dan dimasuki bundaran pipih mirip piring kecil. seperti berada di neraka dunia. apa kira-kira para setan itu seseram mereka penampakannya? seperti itukah perasaan uneasy saat di neraka? astagfirullahaladzim mungkin itu belum berarti apa-apa dibanding neraka sesungguhnya. menurutku T-Dogg itu jauh lebih menakutkan dibanding dengan kuburan. untuk mendapatkan tato atau piercing harus mengisi surat persetujuan dulu ternyata dan juga menunjukkan driving license (surat izin mengemudi). kalau dibawah 18 tahun dan ingin mendapatkan tato atau piercing maka mesti ada persetujuan dari orang tua. mau tahu berapa harga yang mesti dibayar untuk sebuah tato yang ukurannya lebih kecil dari telapak tanganku, $150. pikirku kenapa mereka gampang sekali membuang duit untuk tato seperti itu, aku nggak habis pikir. kebetulan mom juga anti sekali dengan tato, paige yang ngotot pingin punya tato mom jawab dengan lugas, "you are not mature enough to decide to get tattoo. if you are going to get tattoo, i'm not gonna pay for your college."
maaf ngelantur kau jelaskan proses pembuatan tato ini. setelah mereka menerima desainnya dari garry, dan garry mengisi formulir serta membayar harga tatonya, seorang laki-laki berambut pirang penuh dengan tato dan piercing mengcopy gambar itu pada selembar kertas karbon putih. lalu dengan semacam lotion, lengan garry dibersihkan dulu dan juga dicukur bulu-bulu rambutnya. setelah itu dibalurkan lotion berwarna kuning ke daerah lengan yang akan di tato kemudian copy design yang ada di karbon putih itu ditempelkan ke lengan itu jadinya gambar design-nya tertinggal di lengan garry. setelah itu garry diminta untuk melihat desaign yang tertempel di lengannya lewat kaca untuk memastikan apa garry menyukai posisi nya atau tidak. setelah garry menyatakan suka, maka operasi selanjutnya akan dimulai. dengan sebuah alat menyerupai pistol, dimasukkan jarum yang ukurannya lumayan gede. kemungkinan 10 kali lipat dari jarum suntik biasa. pewarna dituangkan ke dalam mangkuk plastik super mini. petugasnya memakai sarung tangan plastik berwarna hitam dan juga menaruh beberapa lotion yang mirip dengan lem di atas tangannya yang sudah terbungkus sarung tangan. mencelupkan jarum ke pewarna dan kemudian ke lotion itu diteruskan dengan ke area lengan yang sudah disketch. seperti suara bor di dokter gigi hanya saja lebih halus saat jarum itu bergesekkan dengan kulit garry. sekitar 40 menit untuk menyelesaikan tato itu dan mulailah tampak darah mengalir saat tato sudah selesai dibuat. petugas itu membalutkan tissue tebal dan mengisolasinya serta menjelaskan ke garry kalau itu harus ditutup selama sejam setelah itu baru dibuka dan dicuci dengan menggunakan air hangat beserta sabun. sepanjang perjalanan pulang tampak darah mengalir membanjiri lengan garry. dan paige yang kebagian mengusap darah itu agar darah tidak terus meleleh keluar. cukup ngeri juga melihatnya terbukti nafsu makanku hilang seketika. garry juga bercerita kalau rasanya sangatlah sakit. salut juga dia mampu bertahan. aku membayangkan diitusuk jarum suntik aja cukup sakit apalagi itu ukurannya 10 kali lipat dan ditusukkan berulang-ulang.
selanjutnya masih ada pesta di rumah garry karena orang tuanya belum di rumah juga. mengundang teman-temannya untuk datang dan sekedar kumpul-kumpul bahkan mengundang temannya untuk membawa minuman keras dan memperbolehkan minum disana. itulah kesalahan bodohku, kalau tau kumpul-kumpulnya bakal seperti itu aku lebih memilih untuk tinggal dirumah dan boring dari pada berkumpul di tengah-tengah orang mabuk. sungguh menjijikkan. meskipun garry nggak minum tapi mengundang bahkan memperbolehkan temannya untuk minum apakah itu tidak sama saja. walau aku tahu mereka bukan muslim dan tentu saja nggak ada larangan untuk meminumnya. sungguh aku sangat kecewa dengan malam itu. aku hanya diam dengan pandangan yang nanar menyaksikan kawan-kawanku dari sudut pandang lain yang entah mengapa aku begitu membencinya sekarang. aku merasa ini bukan tempatku bukan duniaku. airmata hampir mengalir saat graham lagi-lagi menggodaku dengan menari erotis tepat di muka ku memamerkan bokongnya dan menggeliat-geliat nggak karuan tepat dimuka aku duduk aku sudah berkata dengan tegas untuk stop. dia stop tapi tambah menjadi lagi. dengan bilang "oh let's make out tonight this is america. let's try it. i know you never make out before." sambil bibirnya mengeluarkan suara menggoda seperti orang mau nyium gitu. kesabaranku habis aku yang semula cuek dengan godaan mereka melangkahkan kaki meninggalkan tempat itu tanpa senyum. nggak habis pikir apa dikira aku mainan atau bahan lelucon? bahkan garry dan paige tidak membelaku sama sekali. walaupn itu lelucon, tapi itu termasuk pelecehan. benar-benar sial. meski akhirnya graham minta maaf tapi tetap aja merasa jengkel.
saat di rumah saking jengkelnya status di YM aku tulis "drunk people suck. i hate them". sepupu ku yang tinggal di jakarta chat aku. tanya kenapa dsb dan dengan merasa jengkel aku ceritain itu. tapi responnya membuatku benar-benar berpikir lagi. "Jangankan Amerika, di Jakarta saja begitu" ibarat tersentak listrik yang membuatku ingin meledak. gila, tak ku sangka indonesia gawatnya sudah seperti itu. ya Allah. prihatin. karena apa bahkan sepupu ku sendiri yang usianya satu tahun dibawahku itu berkata seperti itu seolah menganggap itu bukan sesuatu yang mengejutkan. perkatannya seolah meledekku. akan seperti apa Indonesia 10 tahun ke depan? jangan kan sepuluh tahun, Indonesia yang sudah kutinggalkan selama setahun, akankah berganti wajah seperti apa saat aku kemabli kelak? akankah aku merasa asing di negeri sendiri akibat aku tidak lagi mengenali itu semua? aku sangat muntab sekarang (termasuk melihat teman-teman ku di SMA kota kecil padahal, maaf ingin rasanya menampar kalian semua) kenapa kalian para remaja yang bergaya hidup hedonisme (bergaya berlimpahkan kemewahan, aku dapatkan istilah itu dari mas ku) nggak pernah berpikir untuk apa hidup itu? apakah kalian akan muda terus selamnya? pernahkah mikir tentang masa depan? pernahkah mikir orang disekitarmu untuk makan besok saja bingung. pernahkah mikir anak-anak yang ngamen di jalanan itu kenapa? kalau alasan kalian karena mereka malas nggak mau susah cari uang sekarang aku balikkan kejadiannya ke kalian, maukah kalian menjadi mereka mengemis dijalanan? punya hati nggak sih kalian? cobalah berpikir semalam saja. renungkan apa yang terjadi di sekitarmu. apa makna dari hura-hura itu? demi gengsikah? makan tuh gengsi, benar-benar orang yang tidak berpendirian dan tidak punya arah. jujur aku merasa kasihan juga melihat kalian seperti itu. tapi apa? kalian justruu tidak mengasihani diri kalian sendiri.


any comment? kritik? komentar? marah? merasa terhina? maaf ini hanya sekedar tulisan. jika tidak berkenan silahkan hubungi aku. terima kasih

Selasa, 02 Juni 2009

H-27

sampai rumah sekitar jam setengah dua dini hari tadi
hampir tidak ada yang ku kerjakan pagi ini selain bangun tidur sangat terlambat sekitar jam 11 dan menyadari bahwa rumah sepi tidak ada orang. menghabiskan waktu dengan menonton Mr. Bean cartoon di youtube, lumayan. chat sebentar dengan dita menggosip (namanya juga manusia, cewek lagi), chat dengan papa membahas masalah kelulusan dsb beserta kepulanganku nanti yang katanya mereka akan hadir pada acara penutupan orientasi pada tanggal 7 juli nanti. sementara mas dan mama akan datang sebelumnya dan akan menyambutku di bandara sebelum aku digiring ke wisma handayani untuk orientasi lagi. yang dipikiranku cuma satu. aku harap saat mama dan mas menyambutku mereka membawakan nasi padang untukku (hahaha otak korslet yang dipikirkan nasi padang terus). ngobrol sedikit dengan mama yang aku dengar benar-benar sedang berdiet lemak dan kolesterol dengan tidak makan gorengan, bahkan tempe pun direbus. hanya papa yang masih makan gorengan. sementara aku setuju banget kalau mama diet kolesterol dengan tidak makan gorengan atau memasak menggunakan santan. aku sekarang lebih cermat dan hati-hati masalah makanan. no gorengan, no lemak. tinggal di hostfam sini yang kehidupannya nyaris sehat tidak makan gorengan sama sekali (kecuali saat aku bikin lumpia) membuatku berpikir. aku yang di indonesia sakit-sakitan terutama kalau kecapekan disini alhamdulillah tidak pernah sakit secara serius kecuali saat alergi spring yang lalu dan itu pun berlalu begitu saja tanpa aku obatin. mungkin itu ya salah satu penyebab mengapa kebanyakan orang di USA sini bisa hidup jauh lebih lama dibandingkan orang di indonesia. grandma ku disini yang berusia 80 tahun masih sangat sehat dan lincah. buktinya dia tinggal sendiri di apartemennya dan juga masih sering nyetir kemana-kemana sendiri.
lumayan tidak ada acara pergi khusus berlibur. karena apa mom ku kerja disini, hairdresser justru banjir job saat liburan. host sister dapat kerja juga sebagai instruktur renang dan anehnya dia tahu nggak bisa renang dan aku bilang ke mom kalau aku pingin bisa renang mom justru bingung mencarikan instruktur lain sementara aku bilang kenapa nggak si paige aja yang ngajarin aku renang? dia nggak ada respon tuh, ya udahlah. ternyata ada linn yang mau ngajarin renang tapi ya itu dia masih sibuk keluyuran sama taman-temannya. aku sih maklum sajalah. yah dinikmati. barangkali ada pembaca yang mau mengajari aku renang secara gratis?
jadi malam tanggal 1 juni diajakin paige ke snowbiz. nggak tahu kenapa snowbiz saat musim spring dan summer ini populer banget. kalian tahukah apa snowbiz itu? cuma es serut yang dikasih sirup bermacam-macam rasa sesuai permintaan kita. mirip es lukong jaman ku sd yang es serut dicetak di tutp gelas kemudian dikasih sirup. tapi bedanya sirup di snowbiz sirup sehat dan memang untuk dikonsumsi manusia. sementara sirup si es lukong itu perlu dites kebenarannya apakah layak dikonsumsi manusia atau tidak. bayangkan saja bahan si sirup adalah pemanis buatan (sari manis yang tidak terdaftar di depkes karena kandungannya berbahya bagi manusia dan juga anci (pewarna kertas yang juga sangat berbahaya bagi kesehatan). harga si snowbiz ini lumayan kalau di rupiahkan. 1 cup ukuran small seharga $1,5 atau (1,5x11.000=Rp. 16.500)
ternyata kita nggak jadi ke snowbiz karena si garry, pacarnya paige datang ke rumah lewat jam 9 malam, si snowbiz tutup jam 9.30 pm. jadi ya sudahlah akhirnya nongkrong di rumah garry mau nonton dvd juga katanya. tiba-tiba datang teman lainnya. nggak jadi nonton dvd tapi malah nongkrong di backyard sambil nyalain api untuk penghangat. cuaca lumayan cerah sedikit dingin tap berkat si api itu nggak terasa. orang tua garry lagi nggak ada. beberapa teman mulai deh merokok. tapi mereka ngrokoknya cigar (cerutu). aneh, itu termasuk mahal. kemudian datanglah rhys, sambil bawa soda dan peralatan aneh seperti selang besar bercabang dua corong bensin eceran. mirip setir sepeda. iseng tanya rhys itu apa dia menjelaskan namanya bong beer. orang menuangkan beer disitu kemudian ada keran di tengahnya dibuka maka beer akan mengucur dengan deras langsung deh diminum. aku sih kurang percaya dengan penjelasan rhys karena dia pernah membohongiku dengan menjelaskan democrat=evil. eh ternyata rhys tidak berbohong. dengan soda beberapa teman bahkan dia sendiri mencobanya. bukan rhys namanya kalau membiarkan aku duduk tenang. dia dan garry memaksaku untuk mencoba juga, ditambah joewy adik garry yang besoknya ujian semester masih bertahan sampai lewat tengah malam demi melihatku mencobanya. rhys membujukku bahwa aku hanya mencoba setengah kaleng soda saja. karena soda yang dibawa adalah mount dew aku menolaknya karena kafeinnya tinggi sekali. bisa dua hari tidak tidur setelah minum mount dew itu. rhys nggak juga menyerah ditawarkannya rootbeer dan ditunjukkan padaku kalau itu caffein free. maka mau tidak mau aku pun mencobanya. takut mereka curang aku sendiri yang menuangkan setengah kaleng rootbeer itu. dipikir-pikir aku seperti manusia gelonggong (a.k.a sapi gelonggong) sebelum menaruh selang besar di mulut aku menjulur-julurkan lidah sampai mereka kesal dan rhys berkata, "ines put your tongue in your mouth". aku sempat bilang wah setengah kaleng banyak amat ya sampai tinggi gitu. mereka bilang itu cuma sedikit ko hanya saja selangnya panjang jadi kelihatan banyak. setelah memasukkan selang ke mulut aku mengacungkan jempol ok, kyle membuka keran dan rootbeer mengalir deras. aku cuma merasa biasa saja maklum anak desa biasa ngglogok (meneguk) dar kendi. lah justru mereka yang bengong terheran-heran sambil tepuk tangan dan tertawa. eh sialan ternyata mereka main curang. di akir mereka bilang kalau itu nggak setengah kaleng rootbeer tp satu. garry diam-diam menambahkannya tanpa sepengetahuanku. sialan. tapi di akhir mereka malah berebutan memeluk, kagum katanya. karena perkiraan mereka baru sedetik saja aku pasti akan muntah. secara itu soda kan banyak gas nya apalagi kalau ngglogok. hehehe, kebiasaan bapakku yang selalu ngglogok coca-cola dari botolnya membuatku sering menirunya dan membuahkan hasil. si rhys bahkan ngomong, "i'm so impress. i even don't have any face in front of you". hahaha....rasain tuh pikirku. emang segitu gampangnya ngerjain orang indonesia. lain kali aku tantang makan cabe sampai kamu mencret baru tahu rasa pikirku sambil tersenyum sendiri. remaja dimanapun mereka berada memang sering melakukan hal aneh-aneh. apa kalian juga?